Rabu, 28 November 2012

Kasih Mula-mula


Bacaan: Wahyu 2:1-7
"Namun demikian Aku mencela engkau telah meninggalkan kasihmu" (Wahyu 2:4)

Pernahkah saudara membandingkan kasih yang saudara miliki kepada Tuhan Yesus pada saat pertama saudara percaya dan saat ini setelah sekian tahun saudara mengikut Yesus? Pertanyaan ini perlu dijawab sebagai evaluasi terhadap kasih kita kepada Tuhan Yesus.
Kasih yang mula-mula adalah sejenis kasih yang dapat digambarkan antara lain sebagai berikut: semangat yang berkorbar-kobar melayani Tuhan, hati yang tulus dalam melakukan berbagai hal untuk Tuhan, tidak ada persungutan kepada Tuhan, Yesus menjadi yang paling utama dalam kehidupan, dan berbagai sikap yang murni yang kita lakukan untuk Tuhan Yesus saja.
Dalam pembacaan kita pada perikop ini, Allah ingin supaya kita kembali lagi ke jenis kasih yang kita miliki pada saat pertama kali kita percaya, yakni kasih yang mula-mula. Mengapa? Karena ternyata berbagai kegiatan yang kita lakukan untuk Tuhan tanpa dilandasi oleh kasih yang mula-mula maka semuanya menjadi tidak berarti dan hampa.
Memang untuk mempertahankan kasih yang mula-mula bukanlah hal yang mudah, karena perjalanan waktu mengiring Tuhan didunia ini harus melewati berbagai macam pergumulan kehidupan yang kadangkala membuat siapa saja termasuk orang beriman dapat luntur imannya dan meninggalkan kasih yang mula-mula.
Namun himbauan Firman Tuhan menyadarkan kita untuk selalu kembali ke semangat mula-mula dan kasih yang mula-mula didalam Tuhan Yesus yang kita rasakan ketika saat pertama kita menyerahkan hidup kita dalam rencana-Nya yang mulia itu.
Kasih yang mula-mula adalah kasih yang lahir dari ketulusan dan kemurnian hati
Perlu kita menyadari bahwa apapun yang kita alami dalam hidup ini merupakan rencana dan kehendak Allah yang terbaik bagi kita. Allah mengijinkan berbagai masalah atau kesulitan dan penderitaan, hal ini tidak berarti bahwa Allah menghukum, telah melupakan dan tidak mengasihi kita. Allah mengijinkan hal itu terjadi supaya kita lebih mengasihi dan tidak meninggalkan kasih mula-mula kita kepadaNya.
Renungkanlah
1. Apakah saudara masih memelihara kasih yang mula-mula?
2. Mengapa kasih mula-mula saudara dapat menjadi tawar?
3. Apakah ciri kasih yang mula-mula itu?
Orang yang meninggalkan kasih mula-mula dikatakan "Betapa dalamnya engkau terlalu jatuh" (Wahyu 2:5), karena telah meninggalkan ketulusan, kemurnian dan kesungguhan cinta yang merupakan hal yang mendasar dari kasih yang mula-mula kepada Tuhan Yesus.
Tanda-tanda orang yang sudah mulai meninggalkan kasih mula-mula biasanya diawali dengan lebih menggunakan akal pikiran atau logika dalam melaksanakan sesuatu dihadapan Tuhan.
 Apabila pekerjaan atau pelayanan tersebut menguntungkan dirinya baru ia melaksanakannya, tetapi sebaliknya. Apabila pekerjaan atau pelayanan tersebut tidak mendatangkan keuntungan pribadi, maka dengan berbagai alasan menghindari pekerjaan atau pelayanan tersebut.
 Ia selalu mengadakan perhitungan ketika hendak melakukan sesuatu dihadapan Allah, apabila sikap ini tidak segera dirubah maka akhirnya bisa meninggalkan Allah sebagai sumber kasih yang sempurna.
 Pertobatan yang dinampakkan dengan sikap yang mau kembali kepada kasih yang mula-mula akan membuat kehidupan rohani kita dipulihkan dan hubungan dengan Kristus Yesus menjadi pulih kembali. Biarlah kasih mula-mula itu berkobar lagi dalam kehidupan saudara. Rindukan dan wujudkan itu terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar